Said İbicioğlu
04 Agustus 2018•Update: 05 Agustus 2018
Said İbicioğlu
GAZA
Satu orang warga Palestina tewas dan 120 lainnya terluka, pada Jumat, setelah tentara Israel mengintervensi aksi demonstrasi damai “Great Return March” di perbatasan Jalur Gaza.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Asraf al-Kudra mengatakan melalui pernyataan tertulisnya, seorang pemuda Palestina Yahya Yagi (25) menjadi martir akibat serangan tembakan tentara Israel dalam aksi damai di timur Gaza itu.
Al-Kudra mengatakan bahwa 120 warga Palestina juga terluka dalam aksi di perbatasan Israel-Gaza tersebut.
Bersama dengan tewasnya Yahya Yagi pada Jumat, jumlah korban tewas akibat kekerasan Israel di perbatasan Jalur Gaza sejak 30 Maret lalu menjadi 156 orang.
Warga Palestina yang berpartisipasi dalam aksi Great March of Return menuntut penghapusan blokade ilegal Jalur Gaza oleh Israel yang telah berlangsung sejak Hamas memenangkan pemilihan pada 2006.
Sekitar 2 juta orang yang tinggal di Gaza melanjutkan hidup dalam keadaan yang sulit akibat blokade Israel dari udara, darat, dan laut yang tidak manusiawi.
Ekonomi Gaza pun semakin memburuk akibat blokade. Tingkat pengangguran di Gaza telah mencapai 44 persen, lebih dari separuh penduduknya dalam keadaan tidak mampu.
Demonstran juga menuntut agar lebih dari 5 juta pengungsi Palestina yang terusir sejak berdirinya Israel pada 1948 diizinkan kembali ke tanah leluhur mereka.
Sejak 1948, pemerintah Israel telah memaksa jutaan warga Palestina keluar dari tanah mereka. Hingga hari ini ada lebih dari 5 juta pengungsi Palestina yang tersebar.
Hampir 1,3 juta dari para pengungsi ini berada di Gaza, sekitar 800 ribu di antaranya berada di Tepi Barat yang diduduki, sementara sisanya berada di negara tetangga seperti Suriah, Lebanon dan Yordania.