Ahmet Gurhan Kartal
11 Januari 2018•Update: 12 Januari 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Departemen Luar Negeri Inggris (FCO) menolak permintaan pemerintah Ekuador yang memohon agar penemu WikiLeaks Julian Assange diberikan status diplomatik agar tidak harus terus menetap di Kedutaan Ekuador di London.
Seorang juru bicara FCO mengatakan bahwa pemerintah Ekuador baru-baru ini "memohon status diplomatik untuk Assange di Inggris," namun "Inggris tidak memenuhi permohonan itu dan tidak berencana merundingkan masalah ini dengan Ekuador."
Status diplomatik itu - bila dikabulkan - akan memberikan pria dibalik WikiLeaks itu kekebalan diplomatik agar dia bisa keluar dari area Kedutaan Ekuador dan meninggalkan Inggris tanpa takut ditahan polisi.
Assange berada di Kedutaan Ekuador di Knightsbridge, London selama hampir enam tahun belakangan ini. Dia memohon suaka diplomatis pada Juni 2012 karena dikejar oleh pihak berwenang Swedia atas tuduhan melakukan sejumlah tindakan pelecehan seksual. Dia menghindar dari tuntutan ektradisi ke Stockholm dengan berlindung di properti Ekuador.
Dia menolak kembali ke Swedia, dengan alasan akan diekstradisi ke AS, dimana menurutnya pihak berwenang AS akan menuntutnya dengan tuduhan espionase karena membocorkan dokumen-dokumen rahasia.
Kabar terbaru ini datang setelah laporan media Ekuador bahwa Assange, yang memiliki kewarganegaraan Australia karena lahir di sana, baru-baru menjadi warga negara Ekuador dan kini memiliki paspor.
Jaksa penuntut Swedia tahun lalu membatalkan penyelidikan mereka terhadap Assange namun dia belum bisa melangkah keluar dari Kedutaan Ekuador karena masih terancam ditahan oleh Inggris karena melanggar persyaratan bebasnya.
Menteri Luar Negeri Ekuador Maria Fernanda Espinosa awal pekan ini mengatakan ingin mencari "pihak atau negara ketiga" untuk menengahi masalah ini.
"Ekuador tahu cara menuntaskan isu ini adalah dengan keluarnya Julian Assange dari kedutaan dan menghadapi hukum," kata juru bicara FCO.