Muhammad Abdullah Azzam
10 Juli 2019•Update: 10 Juli 2019
Tayfun Salcı
LONDON
Inggris dan Prancis akan mengirim pasukan tambahan ke Suriah untuk menutupi kekosongan pasca-penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara tersebut, lapor harian The Guardian.
Mengutip pernyataan pejabat AS, the Guardian mengungkapkan bahwa Inggris dan Prancis akan mengirim pasukan tambahan ke wilayah itu untuk menutupi kekosongan dalam pertempuran yang sedang berlangsung melawan kelompok teroris Daesh di Suriah.
Inggris dan Prancis akan menyumbang 10 hingga 15 persen lebih banyak tentara elit untuk berperang melawan Daesh.
Di sisi lain, karena masih dirahasiakan, hingga kini belum diketahui berapa jumlah pasukan negara-negara tersebut saat ini di Suriah.
Sementara Jerman menolak mengirim pasukan ke Suriah, sedang Italia sedang dalam tahap pengambilan keputusan.
AS diperkirakan akan mengurangi pasukan mereka di Suriah dari 2.000-2.500 menjadi 400 tentara.
Meski Inggris terlibat dalam operasi udara koalisi anti-Daesh di Suriah, namun pemerintah Inggris tidak memberikan informasi mengenai pasukan pasukan khusus mereka di wilayah tersebut.