Maria Elisa Hospita
23 Agustus 2018•Update: 24 Agustus 2018
Tuba Sahin
ANKARA
Setelah meninggalkan Uni Eropa, pemerintah Inggris berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Turki dalam mengembangkan perjanjian perdagangan bebas bilateral.
"Begitu Inggris meninggalkan Uni Eropa dan membentuk kebijakan perdagangan independen, peluang untuk melanjutkan dan memperkuat hubungan perdagangan kami di masa depan semakin besar," kata Chris Gaunt, ketua Kamar Dagang Inggris di Turki, kepada Anadolu Agency .
Sebagai bagian dari rencana aksi 100 hari Kabinet Turki, Turki berupaya meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Inggris pasca-Brexit.
"Kami menyambut baik rencana itu, demi hubungan yang erat antara kedua negara kami," ujar Gaunt.
Mengenai perdagangan bilateral yang kuat dan berkembang antara kedua negara selama kuartal kedua tahun ini, Gaunt mengungkapkan bahwa volume perdagangan barang dan jasa naik 14,6 persen atau sebesar USD23 miliar.
"Ini akan membawa kita mencapai target USD20 miliar yang disampaikan oleh Presiden [Recep Tayyip] Erdogan saat beliau menemui Perdana Menteri Theresa May [pada bulan Januari], namun kita dapat berusaha lebih keras dengan terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi, mempromosikan bebas tarif dan perdagangan bebas hambatan, sekaligus meningkatkan pembiayaan ekspor," jelas dia.
Gaunt menambahkan bahwa hubungan perdagangan kuartal ketiga dapat ditingkatkan dengan investasi di sektor kesehatan, pertahanan, energi, serta kolaborasi dalam investasi infrastruktur negara ketiga.