Muhammad Nazarudın Latıef
06 Januari 2020•Update: 07 Januari 2020
JAKARTA
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menemui duta besar Iran dan Amerika Serikat (AS), Senin.
“Saya akan melakukan pertemuan dengan Dubes Iran dan secara terpisah dengan Dubes AS,” ujar Menteri Retno di Jakarta.
Menteri Retno meminta negara asal kedua duta besar itu menahan diri atas ketegangan yang terjadi.
Ketegangan hubungan Iran-Amerika AS memasuki babak baru setelah salah satu tokoh militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani terbunuh dalam serangan di Baghdad.
Jenderal Qasem Soleimani, kepala Pasukan Quds Iran, tewas dalam serangan udara AS di Baghdad, Jumat pagi.
Kematian Soleimani telah menyebabkan ketegangan antara AS dan Iran meningkat secara dramatis.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menganugerahkan kehormatan kepada Soleimani tahun lalu, bersumpah akan melakukan pembalasan kejam dalam menanggapi pembunuhan sang jenderal.
Soleimani telah lama menjadi komandan Pasukan Quds, sebuah unit di bawah Korps Garda Revolusi Islam.
Pasukan itu ditetapkan AS sebagai kelompok teroris sejak 2007 dan diperkirakan memiliki 20.000 anggota.
Pentagon menuduh Soleimani menyetujui serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad yang terjadi pekan lalu dan berencana melakukan serangan terhadap diplomat dan tentara AS di Irak dan Timur Tengah serta bertanggung jawab atas kematian ratusan tentara Amerika dan koalisi.