Nicky Aulia Widadio
24 Maret 2020•Update: 25 Maret 2020
JAKARTA
Indonesia telah mengonfirmasi 686 kasus virus korona (Covid-19), dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 55 orang hingga Selasa.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ada 107 kasus baru yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir.
“Tidak ada penambahan kasus yang sembuh, tetap sama 30 orang,” ujar Yurianto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Menurut Yurianto, sebanyak 80 persen dari total kasus positif yang terdeteksi bersifat tanpa gejala atau bergejala ringan.
Sebanyak 24 dari total 34 provinsi di Indonesia telah melaporkan temuan kasus Covid-19 sejauh ini.
Kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta yakni 424 kasus, dimana 31 orang di antaranya meninggal dunia dan 23 orang dinyatakan sembuh.
Indonesia juga telah mengoperasikan Wisma Atlet Asian Games sebagai rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19 sejak Senin.
Rumah sakit darurat itu menerima 102 kunjungan pada Selasa. Sebanyak 71 orang langsung dirawat, sedangkan 31 orang diminta isolasi mandiri di rumah.
Menurut dia, rumah sakit darurat akan difungsikan sebagai tempat karantina bagi pasien bergejala ringan hingga sedang.
Sementara pasien dengan gejala berat akan dirujuk ke rumah sakit yang telah ditugaskan untuk menangani Covid-19.
“Keberadaan rumah sakit darurat ini akan menjadi barrier awal untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan,” ujar dia.
Pemerintah Indonesia tengah melakukan tes cepat (rapid test) untuk mempercepat deteksi kasus Covid-19 di masyarakat.
Sebanyak 125 ribu alat tes telah tiba, dan akan diprioritaskan untuk petugas kesehatan yang menangani kasus Covid-19 serta orang-orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus positif.
“Kami sudah mendistribusikan 125 ribu alat tes itu ke 34 provinsi,” tutur Yuri.
Indonesia pertama kali mengonfirmasi kasus Covid-19 pada 2 Maret 2020. Jumlah kasus yang terdeteksi terus bertambah sejak saat itu.