Erric Permana
20 April 2018•Update: 20 April 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah Indonesia meminta semua pihak melakukan upaya perundingan dan saling menghormati untuk mencapai proses perdamaian di Suriah.
Ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat (AS), Inggris dan Perancis di kantornya kemarin.
Dalam pertemuan itu ketiga dubes tersebut mengajak Indonesia untuk mendukung langkah AS dan sekutunya menyerang Suriah karena diduga menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Armanatha Nasir mengatakan dalam pertemuan itu Menlu RI menyampaikan posisi Indonesia agar semua pihak menghormati hukum internasional dan menggunakan upaya perundingan.
"Kita mendorong agar semua pihak melakukan hal tersebut," ujar Armanatha yang akrab disapa Tata di Kementerian Luar Negeri pada Jumat 20 April 2018.
Menteri Retno kata Tata juga mengingatkan semua pihak untuk memperhatikan aspek kemanusiaan khususnya anak-anak dan perempuan.
"Kita tentunya akan melihat perkembangan di Suriah, yang kedua menlu kembali menegaskan bahwa kita mengecam dengan keras penggunaan senjata nuklir senjata kimia oleh siapa pun," tambah dia.
Sementara itu, mengenai kondisi WNI di Suriah, Tata mengaku telah mengimbau WNI untuk terus berkomunikasi dengan KBRI di Damaskus.
Kemenlu mencatat ada sekitar 2000 WNI yang merupakan Pekerja Rumah Tangga. Tata pun menyebut mereka merupakan pekerja ilegal.