08 Agustus 2017•Update: 08 Agustus 2017
Zahid Rafiq dan Aamir Latif
SRINAGAR, Jammu dan Kashmir
Militer India pada Senin mengatakan mereka mengagalkan upaya penyusupan di perbatasan Garis Kontrol – perbatasan de facto yang membagi wilayah Kashmir antara India dan Pakistan – dan membunuh 5 tersangka militan di utara area tersebut.
Para tersangka ditangkap di area perbatasan Machil di distrik Kupwara, kata juru bicara militer Kolonel Rajesh Kalia kepada Anadolu Agency.
Kalia juga mengatakan militer menyita 5 senjata dari militan yang tewas, yang masih belum diungkapkan identitasnya.
Machli adalah area yang sama dimana militer India pada 2010 mengklaim membunuh “3 militan asing” dalam baku tembak; ketiga pria yang tewas itu kemudian disadari merupakan warga sipil yang terbunuh dalam baku tembak yang sengaja direncanakan oleh prajurit yang mengincar imbalan finansial dan kenaikkan jabatan.
Pakistan juga telah menuduh pasukan perbatasan India membunuh seorang wanita sipil dan melukai seorang lainnya dalam “penembakkan yang tak beralasan”.
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki Cina.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran itu terkait Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu.