Muhammad Abdullah Azzam
29 Juni 2019•Update: 29 Juni 2019
Çağrı Koşak
GAZA
Hamas mengecam pernyataan Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad Al Khalifa yang menuntut pengakuan terhadap Israel sebagai salah satu negara di kawasan itu.
Hamas menyebut kebijakan seperti itu jauh dari nilai-nilai dan prinsip-prinsip rakyat Bahrain yang sebenarnya.
Gerakan Perlawanan Palestina Hamas menanggapi pernyataan Al Khalifa pada harian "Times of Israel".
"Langkah pengakuan ini berlawanan dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip rakyat Bahrain yang mencintai dan mendukung perjuangan Palestina,” ungkap Hamas.
Hal tersebut bertentangan dengan prinsip orang-orang Arab dan Muslim yang ingin membela perjuangan Palestina, ujar Hamas.
Dalam pernyataan itu, Hamas menyerukan masyarakat di kawasan itu untuk menolak pernyataan-pernyataan seperti itu serta menentang rencana "Perjanjian Abad İni" yang akan menguntungkan Zionis.
Hamas mengatakan akan selalu mendukung pendirian rakyat Palestina dalam menghadapi semua kesulitan-kesulitan hingga pembebasan tanah suci.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Bahrain Al-Khalif mengatakan bahwa Israel adalah negara yang harus dipertahankan dan harus diakui sebagai negara di regional itu.