Maria Elisa Hospita
29 Juni 2019•Update: 30 Juni 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON (AA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mendiskusikan ancaman Iran yang kian berkembang.
Menurut Gedung Putih, diskusi itu berlangsung di sela-sela pertemuan puncak G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat.
"Keduanya membahas peran vital Arab Saudi dalam menjamin stabilitas di Timur Tengah dan pasar minyak global, hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara, dan isu seputar hak asasi manusia," jelas juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley.
Dalam pernyataannya, Gidley menyebut pertemuan itu "poduktif".
Jelang pertemuannya dengan bin Salman, Trump menyatakan itu adalah "kehormatan besar" bisa bertemu dengan putra mahkota, karena Riyadh "adalah pembeli baik produk-produk Amerika".
Bin Salman pun mengucapkan terima kasih kepada Trump dan mendoakan "keselamatan bagi kedua negara".
Trump juga memberikan rincian lebih lanjut tentang cuitannya di mana dia mengundang pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk bertemu dengannya di Zona Demiliterisasi, atau DMZ.
"Itu saya sampaikan karena saya tidak tahu di mana dia sekarang. Dia mungkin tidak berada di Korea Utara," ujarnya kepada wartawan.
"Saya senang bisa menjalin hubungan baik dengan Korea Utara. Karena terus terang, jika bukan saya presidennya, mungkin sekarang kita sedang berperang dengan Korea Utara," tandas Trump.
Ketika ditanyai tentang pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, Trump menolak untuk merespons.
Khashoggi dibunuh oleh kelompok operasi Saudi tak lama setelah dia memasuki konsulat negara itu di Istanbul Oktober lalu.
*Hakan Copur turut berkontribusi dalam laporan ini