Safvan Godverdi dan Canberk Yuksel
WASHINGTON / NEW YORK
Ribuan orang mendongakkan kepala untuk menyaksikan gerhana matahari yang mungkin hanya akan mereka temui sekali seumur hidup di Washington DC.
Masyarakat AS memenuhi garis panjang di National Air and Space Museum untuk melihat matahari dari teleskop raksasa sebelum pukul 3.20 malam waktu setempat, saat gerhana dimulai di US Capitale.
“Gerhana ini benar-benar istimewa, pertama kali dalam hampir 100 tahun gerhana matahari total melintasi Amerika Utara dari pantai ke pantai,” ujar Rebecca Ljungren, astronom National Art and Space Museum, kepada Anadolu Agency.
“Peristiwa ini spesial karena ada banyak orang yang tinggal di Amerika Utara yang bisa menyaksikan proses gerhana, dari parsial menjadi total, seperti yang kami lakukan di Washington DC,” tambahnya.
NASA melaporkan 4,4 juta orang di seluruh negeri menyaksikan liputan gerhana secara langsung, menjadikannya acara livestream terbesar dalam sejarah badan antariksa tersebut.
Malahan, mereka yang kehabisan kacamata khusus dari Air and Space Museum membuat kamera lubang pin sendiri dari karton dan aluminium foil demi menyaksikan gerhana.
“Tak perlu mengantre lama untuk mendapatkan kaca mata itu, saya membuatnya sendiri,” kata Austin Coburn, 29 tahun, sambil memegang kacamata buatannya. “Ini bekerja dengan sempurna.”
Presiden Donald Trump dan istri, juga putra mereka yang berusia 11 tahun, Barron, juga dilaporkan menyaksikan gerhana dari Gedung Putih.
“Menyenangkan menonton gerhana total dengan @potus hari ini!,” ujar Melania Trump melalui Twitter.
Ratusan orang berbondong-bondong ke Museum Sejarah Alam Amerika, menenteng kacamata dan kamera khusus demi mengikuti gerhana saat matahari menghilang di balik bulan.
Mereka terkesiap dan berteriak gembira saat gerhana mencapai puncaknya, menutupi lebih dari 70 persen pada pukul 2.43 sore waktu setempat, hanya demi melihat matahari bersembunyi di balik awan tebal.
Clarissa, 9 tahun, menyaksikan momentum itu untuk pertama kalinya.
“Seperti sesuatu yang terhalangi matahari,” ujar Clarissa.
Ribuan orang di New York juga menyaksikan “Eclipse of the Century” dari puncak gedung. Mereka bahkan menyaksikan itu dari helikopter yang melayang di atas kota, Central park atau Times Square.
Marlene Keene, Direktur Seni dan warga yang telah menetap selama 30 tahun di New York, mengatakan bahwa anaknya pergi ke Portland, Oregon, demi menyaksikan gerhana total. Namun ia tetap menyaksikan gerhana dari New York.
“Saya merasa sedikit ngeri,” ujar Keene sambil tersenyum. “Tapi ketika Anda melihat gerhana itu, Anda bisa memahaminya. Tapi buat saya, ini yang lebih penting,” ujarnya, sambil melihat kerumunan yang menikmati gerhana bersama-sama.
“Hal lainnya adalah tentang perubahan iklim, dan bagaimana beberapa orang tidak percaya soal hal itu,” kata Keene. “Padahal, sangat terasa bahwa alam lebih besar dari kita. Kita tak bisa mengontrol semua yang terjadi di Bumi. Dan ini mengingatkan kita, bahwa kita harus menjaganya,” tambahnya.
Gerhana matahari total terakhir kali terjadi di AS pada 26 Februari 1979. Menurut NASA, jalurnya melewati negara bagian barat laut Washington, Oregon, Idaho, Montana, Dakota Utara.
Gerhana berikutnya akan terjadi pada 8 April 2024 mendatang dan bisa disaksikan dari Texas hingga Maine.
news_share_descriptionsubscription_contact

