Maria Elisa Hospita
15 Januari 2019•Update: 15 Januari 2019
John Cassim
HARARE, Zimbabwe
Partai oposisi utama Zimbabwe, Gerakan untuk Perubahan Demokratis (MDC), pada Senin malam mengatakan bahwa markas besarnya di Harare telah dibom.
Nkululeko Sibanda, juru bicara untuk pemimpin partai, Nelson Chamisa, membenarkan insiden itu tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut karena polisi masih melakukan penyelidikan.
“Markas besar partai kami, Morgan Tsvangirai House, yang sebelumnya dikenal sebagai Harvest House, telah dibakar,” kata dia.
Insiden itu terjadi di tengah gelombang protes karena kenaikan harga bahan bakar yang diumumkan oleh Presiden Emmerson Mnangagwa pada Sabtu malam.
Juru bicara presiden, George Charamba, memperingatkan bahwa pemerintah mungkin akan segera mengumumkan masa darurat nasional.
Kerusuhan meletus di Zimbabwe dua hari setelah Mnangagwa mengumumkan kenaikan harga bensin dan solar lebih dari 100 persen untuk menghemat pasokan bahan bakar karena negara itu bergulat dengan krisis bahan bakar.
Situasi di Bulawayo, kota terbesar kedua di Zimbabwe, juga memanas ketika polisi terlibat bentrok dengan warga.
Kongres Serikat Buruh Zimbabwe telah menyerukan aksi mogok nasional untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar dan kegagalan pemerintah dalam menanggulangi krisis.
Beberapa bus dan perusahaan penerbangan juga membatalkan perjalanan dari Afrika Selatan ke Zimbabwe.
Siaran SABC melaporkan bahwa warga Zimbabwe melintasi perbatasan ke Afrika Selatan untuk membeli bahan bakar yang lebih murah.