Iqbal Musyaffa
27 Maret 2020•Update: 30 Maret 2020
JAKARTA
Pemerintah Indonesia mengatakan dalam KTT Luar Biasa G20 secara virtual, dibahas mengenai upaya mengurangi hambatan dalam perdagangan, khususnya untuk bahan baku produksi alat-alat kesehatan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dalam kondisi pandemik virus korona (Covid-19) saat ini, perlu ada kesepakatan untuk bisa menjaga sisi suplai.
“Seperti yang disampaikan Presiden [Joko Widodo], disrupsi dari sisi suplai dan perdagangan akan semakin mempersulit penanganan di bidang kesehatan,” ujar Menteri Sri Mulyani dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis malam.
Oleh karena itu, dia menambahkan dalam pertemuan tersebut dibahas langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan sisi suplai khususnya untuk alat-alat kesehatan yang sangat dibutuhkan dan menjadi hal yang penting pada saat ini.
“Di Indonesia kita juga akan melakukan langkah untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang akan melakukan produksi alat-alat kesehatan tersebut. Kita akan mengidentifikasi perusahaannya, kita melihat kebutuhan mereka untuk bahan baku dan kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas produksinya,” urai Menteri Sri Mulyani.
Selain itu, dia mengatakan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sebagai Presidensi G20 mendorong kerja sama antar negara G20 harus ditingkatkan, terutama untuk membantu negara-negara yang memiliki pendapatan rendah, sehingga membuat kapasitas negara tersebut sangat terbatas dalam menangani Covid-19.
Terkait hal tersebut, Menteri Sri Mulyani mengatakan IMF-Worl Bank akan mengidentifikasi negara-negara dengan pendapatan rendah untuk bisa melakukan mekanisme restrukturisasi pinjaman.
“Ini yang sedang dilakukan sebagai upaya G20 [menghadapi pandemik Covid-19],” imbuh Menteri Sri Mulyani.
Dia menambahkan para pemimpin G20 akan menggunakan berbagai instrumen untuk melawan terjadinya resesi ekonomi global untuk bisa bangkit dan mengurangi kedalaman dari resesi tersebut.
“Ini yang sedang dirumuskan oleh pengambil kebijakan di masing-masing negara untuk kemudian kita akan bekerja sama,” tambah Menteri Sri Mulyani.
Secara khusus, dia mengatakan Indonesia akan melakukan penyempurnaan terhadap seluruh respons kebijakan yang diambil dalam penanganan Covid-19 ini.
“Walaupun Presiden dalam suasana duka, kita semua betul-betul bangga dan terharu melihat beliau memiliki komitmen luar biasa untuk tetap berpartisipasi dalam G20 dan memimpin Indonesia bersama para pemimpin dunia dalam melawan penyebaran Covid-19,” ungkap Menteri Sri Mulyani.