Safvan Allahverdi
07 Januari 2018•Update: 08 Januari 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
FBI memulai penyelidikan kepada Yayasan Clinton atas dugaan korupsi, menurut laporan media AS pada Jumat.
Investigasi itu akan mencari tahu apakah uang yang diterima yayasan tersebut menjadi alat tukar kebijakan Clinton saat ia menjabat sebagai menteri luar negeri atau tidak.
Clinton dituduh telah melakukan politik “pay–to–play”, yang berarti seseorang akan melakukan sesuatu karena telah dibayar.
Investigasi ini sebenarnya telah dimulai pada 2015 lalu, namun penyelidikan ditunda karena pemilihan umum yang diselenggarakan satu tahun setelahnya.
Dilaporkan, investigasi tersebut digelar di Little Rock, Arkansas, tempat yayasan tersebut berada.
Juru bicara Clinton, Nick Merrill mengkritisi penyelidikan FBI tersebut, dengan mengatakan bahwa tujuan penyelidikan tersebut adalah untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari investigasi hubungan Trump–Rusia.
“Tujuannya adalah untuk untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari dakwaan, perasaan bersalah dan tuduhan atas pengkhianatan orang-orang sekitar Trump dengan mengorbankan integritas sistem peradilan kita,” ucapnya.
“Ini memalukan, dan harus menjadi perhatian seluruh masyarakat Amerika.”
“Dari waktu ke waktu, Yayasan Clinton telah menerima tuduhan yang bermuatan politik, dan sudah berkali-kali tuduhan ini terbukti keliru,” imbuh Craig Minassian, juru bicara dari Yayasan Clinton.
Di tempat lain, Presiden Donald Trump diketahui telah berulang-ulang memerintahkan investigasi kepada mantan menteri luar negeri AS tersebut. Dia menyambut baik investigasi yang dilakukan.
Yayasan Clinton didirikan pada 1997 oleh Bill Clinton dan telah menjadi organisasi miliaran dollar.