Astudestra Ajengrastrı
17 Februari 2018•Update: 18 Februari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
FBI mengakui agensi ini telah gagal menindaklanjuti informasi tentang penembak yang didakwa membunuh 17 orang di sekolah menengah Florida, yang membuat Jaksa Penuntut Jeff Sessions memerintahkan pemeriksaan menyeluruh terhadap protokol badan intelijen itu dan juga kepada pengadilan.
Dalam pernyataan yang jarang dibuat FBI, biro ini mengakui telah dihubungi oleh seseorang yang dekat dengan Nikolas Cruz dengan informasi mengenai "kepemilikan senjata, keinginan untuk membunuh orang lain, perilaku tak stabil, dan unggahan sosial media yang tak pantas, termasuk juga potensi dirinya melakukan penembakan massal di sekolahnya."
Informasi ini seharusnya dievaluasi sebagai ancaman terhadap nyawa orang lain, ujar FBI, kemudian diteruskan kepada kantor polisi Miami untuk diselidiki.
Protokol ini sayangnya tidak ditindaklanjuti dan tak ada penyelidikan yang dilakukan, aku badan intelijen itu.
Investigasi internal sedang dilakukan atas kesalahan ini, kata Pemimpin FBI Christopher Wray.
"Kami telah bicara dengan korban dan keluarganya, dan sangat menyesali tambahan luka yang diderita oleh mereka yang tertimpa tragedi mengerikan ini. Seluruh anggota FBI telah disumpah untuk menjaga keamanan masyarakat Amerika, dan tanpa kenal lelah berkomitmen meningkatkan kinerja," tambah dia.
Di sisi lain, Gubernur Florida Rick Scott menuntut pengunduran diri Wray.
"Kegagalan FBI menangani pembunuhan ini taidak bisa diterima," ujar dia dalam pernyataan. "Tujuh belas orang tak berdosa meninggal dunia dan mengakui kesalahan saja tidak cukup. Permintaan maaf tidak akan mengembalikan 17 warga Florida dan tak bisa memberikan ketenangan kepada keluarga yang ditinggalkan."
Cruz, 19 tahun, didakwa dengan 17 pasal pembunuhan berencana setelah kejadian di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkaland, Florida.
Setelah menembaki lima ruang kelas, Cruz membuang senjata dan tas punggungnya lalu turut berlari keluar sekolah bersama siswa-siswa lain. Dia lantas pergi ke Walmart terdekat untuk membeli minuman di sebuah restoran sebelum menuju ke gerai McDonald's, kata polisi.
Cruz ditangkap tanpa perlawanan sekitar 40 menit kemudian.