ANKARA
Upaya bersama yang diambil oleh Turki dan otoritas Mogadishu pada 2011 telah membantu revitalisasi Somalia, karena negara itu berada di ambang kehancuran, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada konferensi pers di ibu kota Ankara.
"Jadi pada 2011, saat Somalia berada di ambang kehancuran, kami melakukan kunjungan resmi ke Somalia dengan delegasi besar untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa kami berdiri bersama saudara Somalia kami," ujar Erdogan setelah bertemu dengan Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud.
Menyoroti langkah bersama yang diambil pada 2010-2017 dengan Somalia telah membantu negara itu untuk berkembang lebih jauh, Erdogan mengatakan volume perdagangan bilateral mencapai USD363 juta tahun lalu, yang hanya USD2 juta pada 2003.
Terletak di area seluas 80.000 meter persegi, gedung kedutaan terbesar Turki di dunia terletak di ibu kota Somalia, Mogadishu, kata Erdogan, seraya menambahkan bahwa negaranya bangga akan hal itu.
Isolasi terhadap Somalia telah berakhir setelah Turkish Airlines meluncurkan penerbangan charter langsung, tambah Erdogan.
Turkish Airlines adalah maskapai internasional pertama yang mulai beroperasi di Somalia setelah perang saudara yang panjang meletus di negara Tanduk Afrika pada 1990.
Turki telah memperluas dukungannya ke Somalia di setiap bidang, mulai dari layanan perawatan kesehatan hingga pendidikan dan pembangunan infrastruktur, kata presiden.
Erdogan mencatat bantuan kemanusiaan ke Somalia dalam 10 tahun terakhir melampaui USD1 miliar dan Turki akan terus mengembangkan hubungannya dengan benua Afrika dan meningkatkan kerja samanya.
"Hingga saat ini, kami telah menyelesaikan pelatihan 1.000 petugas polisi khusus di Somalia. Sebagai Republik Turki, kami bertekad untuk memberikan dukungan kami dalam memerangi terorisme," tambah Erdogan.
Sementara itu, Mohamud berterima kasih kepada negara Turki atas investasinya di Somalia, menyampaikan penghargaan kepada Turki dan rakyatnya atas upaya terkait situasi kemanusiaan yang dihadapi negaranya.
Menyebut para pemimpin Turki dan Somalia telah membahas pentingnya kerja sama di bidang perdagangan, pertahanan, industri, dan pendidikan, Mohamud mengatakan negaranya melihat Turki "sebagai mitra penting" dan "teman yang sangat diperlukan untuk pembangunan" Somalia.
Somalia dan Turki mengembangkan persahabatan dekat mereka pada 2011 setelah presiden Turki melakukan kunjungan ke negara itu sebagai pemimpin non-Afrika pertama yang berkunjung ke sana dalam lebih dari 20 tahun.