Ekuador umumkan status darurat akibat pemogokan masal
Pemogokan nasional dilakukan oleh pekerja transportasi dan sopir taksi sebagai protes penghapusan subsidi bahan bakar
Ankara
Zehra Nur Duz
ANKARA
Presiden Ekuador Lenin Moreno menyatakan negaranya dalam keadaan darurat selama dua bulan setelah aksi pemogokan dan kekerasan anti-pemerintahan.
Pemogokan nasional dilakukan oleh pekerja transportasi dan sopir taksi terhadap penghapusan subsidi bahan bakar.
Hal ini menyebabkan protes dan kekerasan anti-pemerintah.
Pemerintah menghapus subsidi bahan bakar selama empat dekade pada Selasa sebagai bagian dari perjanjian dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mendapatkan pinjaman.
Moreno menggambarkan subsidi dalam pengumuman resmi sebagai "distorsi yang menyebabkan kemunduran ekonomi nasional," lapor saluran TV Telesur yang berbasis di Caracas.
Dia juga mengatakan mereka bertekad untuk tidak mengubah keputusan mereka tentang "subsidi-subsidi jahat yang merusak negara."
Menteri Dalam Negeri Maria Romo mengatakan 19 orang ditangkap karena aksi protes tersebut.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
