Dunia

Dua pasien Ebola di Kongo 'diobati' dengan obat baru

WHO mengatakan 'obat ini satu-satunya akan digunakan di masa mendatang untuk mengobati pasien Ebola'

Ekip   | 14.08.2019
Dua pasien Ebola di Kongo 'diobati' dengan obat baru Ilustrasi: Penanganan Ebola. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Andrew Wasike

NAIROBI, Kenya

Sebuah terobosan besar, dokter di Republik Demokratik Kongo mengklaim penyakit Ebola sekarang "dapat disembuhkan", pada hari Selasa. Klaim ini terjadi setelah dua pasien pulih sepenuhnya setelah menjalani perawatan dengan obat-obatan percobaan.

Jean-Jacques Muyembe, direktur Institut Nasional untuk Penelitian Biomedis Kongo, mengatakan meskipun wabah terbaru DRC telah menewaskan lebih dari 1.900 orang sejak dimulai Agustus lalu, penyakit ini tidak lagi dianggap tidak dapat disembuhkan.

Jean-Jacques Muyembe, direktur Institut Nasional untuk Penelitian Biomedis Kongo, mengatakan meskipun wabah terbaru di Kongo telah menewaskan lebih dari 1.900 orang sejak dimulai Agustus lalu, penyakit ini sekarang dapat disembuhkan.

“Hari ini kami bisa mengambil selangkah ke depan," kata Muyembe, dalam konferensi pers.

Muyembe mengatakan dua pasien Ebola telah sembuh sepenuhnya dan telah kembali ke rumahnya.

Dia mengatakan seorang pasien Ebola dapat mencapai kesembuhan hingga 90 persen dengan dua obat baru ini. Dua obat itu adalah mAb114 yang dikembangkan oleh Institut Nasional AS untuk Penyakit Alergi dan Infeksi, dan obat REGN-EB3 yang dibuat oleh Regeneron Pharmaceutical yang berbasis di AS.

Muyembe mengatakan akan mengobati semua pasien Ebola di Kongo dengan obat ini, namun tetap mengingatkan penyakit Ebola tetap dapat mematikan jika tidak segera ditangani difase paling awal.

Dalam pernyataannya hari Selasa, World Healt Organization (WHO) mengakui keberhasilan obat ini, dan mengatakan "Inilah satu-satunya obat yang akan digunakan di masa mendatang untuk mengobati pasien Ebola."

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.