Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
08 Januari 2020•Update: 08 Januari 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI
Dewan Tinggi Negara Libya pada Selasa merekomendasikan dewan presiden dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB untuk memutuskan hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Dalam sidangnya yang ke-48, dewan menganggap UEA dalam keadaan permusuhan dan perang dan Libya mempertahankan haknya untuk menanggapi serangan dengan segala cara sebagaimana dijamin oleh Piagam PBB.
Dewan menyerukan untuk mengambil semua langkah hukum dalam forum internasional melawan UEA, karena negara itu merupakan mitra langsung pasukan Khalifa Haftar dalam agresi yang dilancarkan terhadap Tripoli dan dalam pembantaian sekolah militer beberapa waktu lalu.
Setidaknya 30 orang tewas dan 33 lainnya terluka pada Minggu, ketika pasukan Haftar melancarkan serangan udara di asrama sekolah militer di Tripoli.
Dewan juga merekomendasikan penilaian kembali hubungan dengan semua negara yang membantu atau berkomunikasi dengan penjahat perang yang dilarang, merujuk pada Haftar.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat pengakuan PBB dan internasional.
Pada April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui secara internasional, tetapi mereka sejauh ini terus menghadapi kegagalan.