Cuaca dingin ekstrem di AS hambat pemulihan pascabadai musim dingin
Jutaan warga Amerika Serikat bersiap menghadapi gelombang cuaca dingin ekstrem pada pekan ini
WASHINGTON
Sebagian besar wilayah Amerika Serikat bersiap menghadapi gelombang cuaca dingin ekstrem pada pekan ini, sementara upaya pemulihan pascabadai musim dingin besar yang membawa salju dan es masih terus berlangsung.
Jutaan warga diperkirakan terdampak suhu sangat rendah setelah badai musim dingin menyelimuti wilayah luas Amerika Serikat bagian tengah dan timur. Otoritas cuaca telah mengeluarkan peringatan suhu dingin ekstrem di sejumlah negara bagian.
Fenomena pusaran kutub atau polar vortex diperkirakan akan memecahkan rekor suhu terendah di beberapa wilayah selatan dan timur laut Amerika Serikat. Kondisi ini juga menyulitkan proses pembersihan salju dan es karena suhu beku satu digit akan menyebabkan salju yang mencair kembali membeku.
Sejumlah wilayah diperkirakan tidak akan mengalami suhu di atas titik beku hingga awal Februari. Kawasan Midwest disebut-sebut akan menghadapi suhu yang sangat dingin dalam beberapa hari ke depan.
Di Minneapolis, suhu diperkirakan turun hingga minus 13 derajat Fahrenheit atau sekitar minus 25 derajat Celsius pada Senin (27/1). Sementara itu, kota-kota di Texas seperti San Antonio dan Austin yang biasanya bersuhu hangat diperkirakan hanya mencapai sekitar 20 derajat Fahrenheit atau minus 7 derajat Celsius.
Angin kencang diperkirakan akan memperparah sensasi dingin di banyak wilayah, membuat suhu terasa lebih rendah dibandingkan angka yang tercatat di termometer.
Gelombang dingin ini datang di saat yang sulit bagi banyak warga. Ratusan ribu orang di 11 negara bagian dilaporkan masih mengalami pemadaman listrik.
Data dari situs PowerOutage.us menunjukkan hampir 800.000 warga Amerika Serikat tidak mendapatkan pasokan listrik. Di antaranya lebih dari 58.000 orang di Texas, sekitar 245.000 di Tennessee, 153.000 di Mississippi, dan 120.000 di Louisiana.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
