Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Februari 2019•Update: 27 Februari 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
China meminta India dan Pakistan untuk mengendalikan diri pada Selasa, setelah jet India melancarkan serangan di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan.
“Saya ingin mengatakan bahwa India dan Pakistan adalah dua negara penting di Asia Selatan. Hubungan dan kerja sama yang baik antara keduanya melayani kepentingan kedua negara dan perdamaian dan stabilitas di Asia Selatan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang dikutip Press Trust of India.
Dia menambahkan bahwa China berharap India dan Pakistan dapat menahan diri dan melakukan lebih banyak untuk meningkatkan hubungan bilateral mereka.
Beijing juga mengingatkan New Delhi tentang perlunya melaksanakan perjuangannya melawan terorisme melalui kerja sama internasional.
"Adapun klaim India tentang mengambil tindakan terhadap terorisme, memerangi terorisme dengan baik adalah praktik global," ujar Lu.
“Perlu kerjasama internasional yang diperlukan. India perlu menciptakan kondisi yang menguntungkan secara internasional untuk hal yang sama,” tambahnya.
Pemerintah India mengklaim bahwa jet tempurnya telah menyerang kamp terbesar kelompok gerilyawan Jaish-e-Muhammad (JeM) di Pakistan dalam serangan menjelang fajar pada Selasa.
"Angkatan Udara India (IAF) melakukan serangan pre-emptive non-militer yang diarahkan ke kamp-kamp pelatihan kelompok teroris yang melakukan tindakan kekerasan di India," ungkap menteri luar negeri India.
Pada hari yang sama, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) juga mengutuk pelanggaran India atas garis kontrol antara Pakistan dan India.
Dalam sebuah pernyataan, Yousef bin Ahmed Al-Othaimeen, sekretaris jenderal OKI, mengutuk tindakan yang dilakukan terhadap negara anggota pendiri OKI.
OKI mendesak India dan Pakistan untuk menahan diri dan menghindari langkah apa pun yang akan membahayakan perdamaian dan keamanan di kawasan itu.
Organisasi itu mendesak kedua negara untuk mengupayakan solusi damai melalui dialog, bukan menggunakan kekerasan.