China dan Rusia ajukan usulan ke PBB untuk ringankan sanksi Korea Utara
Syaratnya, rezim Korea utara harus berkomitmen terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai denuklirisasi
New York
James Reinl
PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA
China dan Rusia mengusulkan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mencabut sejumlah sanksi atas Korea Utara, termasuk larangan ekspor makanan laut dan tekstil.
Draf usulan itu juga mencakup pembebasan proyek-proyek kerja sama kereta api dan jalan antar-Korea dari sanksi PBB.
"Sanksi yang diusulkan untuk dicabut tidak berkaitan langsung dengan program nuklir Korut. Ini adalah masalah kemanusiaan semata," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Nebenzia Vassily.
Syaratnya, rezim Korut harus berkomitmen terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai denuklirisasi.
Draf ini menyambut kelanjutan dialog AS-Korea Utara di semua tingkatan. Negosiasi nuklir terhenti sejak gagalnya pertemuan puncak di Hanoi antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un Februari lalu.
China dan Rusia juga menyerukan dimulainya kembali "perundingan enam pihak", yaitu format negosiasi denuklirisasi yang melibatkan dua Korea, China, Rusia, Jepang, dan AS.
Para diplomat di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara diperkirakan akan membahas draf usulan itu pekan ini.
Sementara itu, AS, Inggris, dan Prancis bersikeras bahwa sanksi PBB tidak boleh dicabut sampai Korea Utara menghentikan program nuklir dan balistik rudalnya.
