Dunia

China dan Rusia ajukan usulan ke PBB untuk ringankan sanksi Korea Utara

Syaratnya, rezim Korea utara harus berkomitmen terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai denuklirisasi

Maria Elisa Hospita  | 17.12.2019 - Update : 18.12.2019
China dan Rusia ajukan usulan ke PBB untuk ringankan sanksi Korea Utara Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden China Xi Jinping. (Foto file - Anadolu Agency)

New York

James Reinl

PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA 

China dan Rusia mengusulkan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa untuk mencabut sejumlah sanksi atas Korea Utara, termasuk larangan ekspor makanan laut dan tekstil.

Draf usulan itu juga mencakup pembebasan proyek-proyek kerja sama kereta api dan jalan antar-Korea dari sanksi PBB.

"Sanksi yang diusulkan untuk dicabut tidak berkaitan langsung dengan program nuklir Korut. Ini adalah masalah kemanusiaan semata," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Nebenzia Vassily.

Syaratnya, rezim Korut harus berkomitmen terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai denuklirisasi.

Draf ini menyambut kelanjutan dialog AS-Korea Utara di semua tingkatan. Negosiasi nuklir terhenti sejak gagalnya pertemuan puncak di Hanoi antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un Februari lalu.

China dan Rusia juga menyerukan dimulainya kembali "perundingan enam pihak", yaitu format negosiasi denuklirisasi yang melibatkan dua Korea, China, Rusia, Jepang, dan AS.

Para diplomat di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara diperkirakan akan membahas draf usulan itu pekan ini.

Sementara itu, AS, Inggris, dan Prancis bersikeras bahwa sanksi PBB tidak boleh dicabut sampai Korea Utara menghentikan program nuklir dan balistik rudalnya.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.