Muhammad Nazarudin Latief
09 Januari 2021•Update: 10 Januari 2021
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden terpilih AS Joe Biden merinci rencananya pada Jumat untuk menghidupkan kembali ekonomi AS karena terus goyah akibat pandemi Covid-19.
Biden mengatakan kepada wartawan di negara bagian asalnya Delaware mengatakan dia akan terus mencari dana USD2.000 untuk sebagian besar orang Amerika ketika dia menjabat pada 20 Januari.
Upaya sebelumnya dihalangi oleh Senat Partai Republik setelah membersihkan Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Demokrat.
Presiden yang akan segera dilantik itu mengatakan dia akan mengupayakan agar anggota parlemen menyetujui paket bantuan miliaran dolar kepada pemerintah negara bagian dan lokal yang sedang berjuang.
Dia mengatakan harga paket bantuan akan "tinggi," tetapi mempertahankan biaya itu perlu.
Pengumuman itu datang ketika AS melaporkan kehilangan 140.000 pekerjaan pada Desember karena pandemi mencapai titik tertinggi baru dalam kematian dan kasus harian.
Hal ini mendorong pemerintah negara bagian dan lokal untuk memberlakukan tindakan yang lebih ketat dalam mengendalikan virus.
"Kegelisahan dan ketakutan para wanita dan pria di luar sana mengingatkan saya ketika Presiden Obama dan saya dilantik selama Resesi Hebat pada 2009.
“Laporan pekerjaan Desember ini menunjukkan jutaan orang Amerika masih terluka bukan karena kesalahan mereka sendiri," Biden mengatakan, juga memberikan dukungannya untuk meningkatkan upah minimum menjadi USD15 per jam.
Dia mengumumkan figur-figur untuk memimpin tim ekonominya, termasuk Gubernur Rhode Island Gina Raimondo untuk memimpin Departemen Perdagangan, Walikota Boston Marty Walsh untuk memimpin Departemen Tenaga Kerja dan mantan pejabat Administrasi Bisnis Kecil Isabel Guzman untuk memimpin badan tersebut.