İqbal Musyaffa
25 Oktober 2019•Update: 28 Oktober 2019
JAKARTA
Bank Indonesia (BI) mengatakan investor asing masih menaruh kepercayaan yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia yang tercermin dari tetap derasnya aliran modal asing yang masuk.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan secara year to date hingga 24 Oktober, total aliran modal asing yang masuk mencapai Rp210 triliun.
Jumlah tersebut terdiri dari Rp157,6 triliun masuk ke dalam Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp50,3 triliun ke dalam saham.
Sementara bila dilihat secara week to date, aliran modal asing sebesar Rp12,03 triliun yang terdiri dari Rp12,19 triliun ke dalam SBN dan sebanyak Rp0,23 triliun aliran modal keluar dari saham sebagai respon dari ketidakpastian dan perkembangan ekonomi global.
“Confident global sangat kuat terhadap perekonomian Indonesia apalagi dengan adanya kabinet baru yang kami lihat sangat profesional dan paham ekonomi serta siap sinergi membawa ekonomi ke depan,” ungkap Perry di Jakarta, Jumat.
Perry menegaskan bahwa adanya outflow yang terjadi pada saham merupakan hal lumrah karena dana bisa keluar masuk kapan saja dan bukan indikasi pudarnya kepercayaan investor pada Indonesia.
“Outflow pada saham relatif kecil dibanding jumlah inflow keseluruhan tahun di saham dan SBN,” kata Perry.
Dia menambahkan berlanjutnya aliran modal asing masuk ke Indonesia memberikan suatu testimoni dan indikasi confident investor asing kepada Indonesia masih kuat.
“Confident tersebut baik terkait prospek ekonomi kita dan tentu saja dari langkah-langkah kebijakan yang ditempuh oleh BI, pemerintah, dan OJK dalam menjaga stabilitas makro ekonomi serta pada saat yang sama mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan,” urai Perry.