Pizaro Gozali İdrus
14 November 2018•Update: 15 November 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyindir pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi terkait penderitaan muslim Rohingya, lansir The Star.
"Suu Kyi terlihat mencoba mempertahankan apa yang tidak bisa dibela. Mereka (militer Myanmar) sebenarnya menindas orang-orang ini bahkan berani membunuhnya, membantai," kata Mahathir pada Rabu.
Kedua pemimpin bertemu dalam KTT ASEAN yang berlangsung di Singapura pada Selasa Malam. Mahathir mengaku mengangkat isu Rohingya selama pertemuan dengan Suu Kyi.
“Kami bertanya usaha yang dilakukan Myanmar untuk memperbaiki kesalahan,” kata Mahathir.
Malaysia sedang membawa kasus Rohingya ke tingkat internasional menyusul usulan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk membentuk mekanisme peradilan internasional, lapor kantor berita Bernama pada Senin.
Mekanisme ini diusulkan Malaysia untuk mengadili pelaku kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar.
Agustus lalu, PBB menyerukan penyelidikan dan penuntutan pejabat tinggi militer Myanmar karena genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang terhadap Muslim Rohingya.
Menurut laporan Misi Pencari Fakta Internasional Independen PBB tentang Myanmar, pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran yang dilakukan di Negara Bagian Kachin, Rakhine, dan Shan harus diperiksa di Pengadilan Pidana Internasional.
Laporan itu juga menegaskan bahwa Panglima Militer Jenderal Senior Min Aung Hlaing harus dituntut.