Rıskı Ramadhan
26 Maret 2018•Update: 27 Maret 2018
Halil Fidan, Behcet Alkan
AFRIN
Setelah sekitar dua tahun berada dalam cengkeraman organisasi teroris YPG/PKK, anak-anak di desa al-Caviz di kota Afrin, Suriah pada Senin akhirnya dapat kembali memasuki ruangan kelas berkat Operasi Ranting Zaitun.
Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun pada 20 Januari lalu, untuk membasmi kelompok-kelompok teroris dari Afrin di tengah meningkatnya ancaman dari kawasan itu.
Pada 18 Maret, pasukan yang didukung Turki membebaskan pusat kota Afrin, yang telah menjadi tempat persembunyian utama bagi YPG/PKK sejak 2012.
Sekolah-sekolah yang dirusak oleh teroris kembali menjadi tempat belajar-mengajar setelah diperbaiki dengan dukungan Turki.
Pemerintah Kota Kecioren, salah satu kota di Turki yang telah lama bekerja untuk memulihkan sekolah-sekolah di Afrin, telah merenovasi salah satu sekolah di desa al-Caviz, yang berjarak 5 kilometer dari Afrin.
Selain memperbaiki bangunan sekolah, mereka juga memenuhi perlengkapan-perlengkapan lain seperti meja, kursi, seragam dan alat tulis.
Terlihat jelas kebahagiaan dari raut wajah anak-anak pada hari pertama mereka sekolah, setelah hampir dua tahun tidak dapat pergi ke sekolah.
Salah satu guru sekolah tersebut, Uday Ibrahim, kepada Anadolu Agency mengatakan bahwa teroris telah menganiaya masyarakat dan menghalangi aktivitas pendidikan.
Menurut Ibrahim, para teroris mengubah alfabet Arab dengan alfabet Latin sehingga menyebabkan terjadinya kesulitan dalam komunikasi.
“Mereka mencoba memberi pendidikan dalam bahasa Kurdi bukan bahasa Arab, sehingga penduduk Arab tidak ingin mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah. Para teroris bahkan mengubah alfabet dan hal-hal yang mereka ajarkan tidak benar,” kata Ibrahim.
Ibrahim berterima kasih kepada Turki karena telah membersihkan daerah tersebut dari para teroris serta memperbarui sekolah-sekolah.
Salah satu siswa di sekolah itu, Sheyma al-Hasan, 11 tahun, berujar, kesedihan akibat tidak bersekolah selama dua tahun kini telah berakhir.
“Kami berterima kasih kepada Turki yang telah menyelamatkan kami dari teroris dan memperbaiki sekolah kami,” imbuh al-Hasan.
Wakil Wali Kota Kecioren Tekin Baser, yang juga menghadiri pembukaan sekolah, mengatakan bahwa mereka tengah berupaya untuk memperbaiki seluruh sekolah di kawasan tersebut.