Maria Elisa Hospita
27 Februari 2018•Update: 27 Februari 2018
Idris Okuducu
ERBIL, Irak
Larangan federal penerbangan internasional masuk dan keluar dari wilayah Kurdi Irak utara telah diperpanjang hingga tiga bulan ke depan, kata pihak penerbangan, Senin.
Juru bicara bandar udara Erbil Talwan Siveyli mengatakan, Otoritas Penerbangan Sipil Irak telah mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi bahwa larangan terbang telah diperpanjang sampai 31 Mei 2018.
September lalu, pemerintah pusat Irak memberlakukan larangan untuk semua penerbangan internasional masuk dan keluar dari wilayah Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) yang berpusat di Erbil.
Larangan tersebut berdampak pada dua bandara internasional di kota-kota di Erbil dan Sulaymaniyah.
Larangan itu diberlakukan setelah KRG menggelar referendum kemerdekaan pada 25 September. Sejak itu, hubungan antara Baghdad dan Erbil semakin memanas.
Sebelum referendum kontroversial tersebut digelar, sebagian besar pihak regional maupun internasional - termasuk Turki - telah menentang pelaksanaan referendum, karena dikhawatirkan dapat membuat kawasan tersebut semakin tidak stabil.
Sesaat setelah referendum, pasukan federal bergerak ke beberapa wilayah sengketa Baghdad dan KRG, termasuk provinsi Kirkuk yang kaya minyak.