Umar Idris
10 Oktober 2020•Update: 11 Oktober 2020
Ali Cura, Dmitri Chirciu
MOSKOW
Azerbaijan dan Armenia pada Sabtu sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang akan dimulai Sabtu.
Permusuhan akan dihentikan pada tengah hari (0800GMT) untuk memungkinkan pertukaran tahanan dan pemulihan jasad warga yang meninggal di Nagorno-Karabakh.
Palang Merah akan bertindak sebagai perantara dalam operasi kemanusiaan sebagai bagian dari gencatan senjata dan pembicaraan akan dimulai antara kedua negara, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada konferensi pers setelah pembicaraan 10 jam di Moskow.
Pertemuan trilateral antara Rusia, Azerbaijan dan Armenia pada Jumat berlangsung di Moskow, diwakili oleh Menlu Rusia Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov dan Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan.
Pertempuran dimulai pada 27 September, ketika pasukan Armenia menargetkan pemukiman sipil Azerbaijan dan posisi militer di wilayah tersebut, yang menyebabkan korban jiwa.
Hubungan antara kedua bekas republik Soviet itu tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Berbagai resolusi PBB, serta organisasi internasional, menuntut penarikan pasukan penyerang.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan AS - dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, namun tidak berhasil menjalankan misinya. Gencatan senjata disetujui pada tahun 1994.
Banyak kekuatan dunia, termasuk Rusia, Prancis dan AS, telah mendesak gencatan senjata segera.
Turki, sementara itu, mendukung hak Baku untuk membela diri dan menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia.