Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Juni 2019•Update: 13 Juni 2019
Askin Kiyagan
WINA
Pemerintah Austria pada Rabu mengkonfirmasi bahwa mereka akan menutup pusat dialog keagamaan yang didanai Saudi di ibu kota Wina.
Keputusan itu diambil setelah anggota parlemen menuntut agar Pusat Internasional untuk Dialog Antaragama dan Antar Budaya (KAICIID) Raja Abdullah bin Abdulaziz ditutup di tengah kritik yang terus bermunculan terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Arab Saudi.
Lima partai politik di parlemen menyetujui mosi untuk menutup KAICIID.
Mosi itu dipicu oleh hukuman mati yang dijatuhkan kepada Murtaja Qureiris, seorang wanita berusia 18 tahun yang telah ditahan sejak berusia 13 tahun karena ikut serta dalam sebuah protes terhadap pemerintah Saudi ketika dia berusia 10 tahun.
KAICIID Wina, yang didirikan oleh Austria, Spanyol dan Arab Saudi pada 2012, menjadi pusat representasi dari lima agama.