Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 Februari 2021•Update: 19 Februari 2021
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Amerika Serikat pada Kamis menyatakan terbuka bagi undangan dari Uni Eropa untuk melakukan pertemuan dengan kekuatan dunia dan Iran untuk membahas kembali ke perjanjian nuklir 2015.
"Amerika Serikat akan menerima undangan dari Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk menghadiri pertemuan P5 +1 dan Iran untuk membahas jalan diplomatik ke depan tentang program nuklir Iran," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam sebuah pernyataan.
Deputi Sekretaris Jenderal Urusan Politik Uni Eropa Enrique Mora sebelumnya mengatakan di Twitter bahwa dia siap mengundang pihak-pihak terkait ke pertemuan informal.
"#JCPOA dalam masa kritis. Pembicaraan intens dengan semua peserta dan AS. Saya siap mengundang mereka ke pertemuan informal untuk membahas jalan ke depan," tulis Mora.
Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan bahwa Iran dapat memperoleh cukup bahan untuk membuat bom nuklir dalam hitungan minggu.
Blinken, dalam sebuah wawancara dengan NBC News, mengatakan Teheran tinggal berminggu-minggu lagi dari melewati ambang batas jika terus mundur dari komitmennya di bawah pakta nuklir 2015 yang disepakati dengan kekuatan dunia.
Iran telah mengambil tindakan sebagai pembalasan atas keputusan sepihak mantan Presiden Donald Trump untuk menarik AS dari perjanjian pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang dicabut sebagai bagian dari perjanjian tersebut.
AS dan Iran berselisih tentang siapa yang harus terlebih dahulu kembali mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
Pemerintahan Biden berulang kali menyatakan bahwa mereka hanya akan memenuhi kewajibannya setelah Teheran.
Sementara menurut Iran, karena Trump meninggalkan kesepakatan terlebih dulu, maka AS harus mencabut sanksi sebelum Teheran kembali.