Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 Maret 2020•Update: 06 Maret 2020
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Amerika Serikat pada Kamis menegaskan kembali komitmennya untuk memfasilitasi pertukaran tahanan berdasarkan perjanjian damai yang ditandatangani bulan lalu dengan Taliban untuk mengakhiri konflik di Afghanistan.
Utusan perdamaian AS Zalmay Khalilzad mengatakan melalui Twitter bahwa negaranya berkomitmen untuk memfasilitasi pertukaran tahanan, yang disepakati dalam perjanjian AS-Taliban dan deklarasi bersama AS-Afghanistan.
"Kami akan mendukung masing-masing pihak untuk merilis angka yang signifikan," kata Khalilzad.
Pernyataannya muncul setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyangkal bahwa pemerintahnya berkomitmen untuk membebaskan 5.000 tahanan Taliban.
Sebagai tanggapan, juru bicara politik Taliban Suhail Shaheen mengatakan dialog intra-Afghanistan akan terjadi hanya setelah pembebasan tahanan.
"Saya bertemu Mullah Berader dan timnya tadi malam untuk diskusi terbuka tentang langkah-langkah selanjutnya, diikuti dengan panggilan telepon yang konstruktif dengan Presiden @realDonaldTrump. Kita semua sepakat bahwa tujuan perjanjian AS-Taliban adalah untuk membuka jalan menuju perdamaian komprehensif di #Afghanistan," kata Khalilzad.
"Kita harus bertindak di semua lini untuk membersihkan jalan hambatan yang memperlambat kemajuan kita menuju negosiasi intra-Afghanistan. Sekali lagi saya meminta semua warga Afghanistan untuk bangkit ke kesempatan itu, menempatkan negara sebagai yang utama dan tidak kehilangan kesempatan bersejarah ini," tambah dia.
Pada Rabu, pasukan AS di Afghanistan mengumumkan dimulainya kembali operasi militer di negara yang dilanda perang itu setelah jeda 11 hari.
Sonny Leggett, juru bicara pasukan AS di Afghanistan, mengatakan melalui Twitter bahwa jet-jet AS melakukan serangan udara terhadap gerilyawan Taliban di Distrik Nahr-e Saraj di Provinsi Helmand, Rabu.
"Pejuang Taliban secara aktif menyerang pos pemeriksaan #ANDSF [pasukan Afghanistan]. Ini adalah serangan defensif untuk mengacaukan serangan. Ini adalah serangan pertama kami terhadap Taliban dalam 11 hari," kata Leggett.
Namun, sebagai tanggapan, Taliban mengatakan bahwa sesuai dengan rencana, mereka akan menerapkan semua bagian perjanjian satu per satu untuk mencegah perang dari mengintensifkannya.
"Pihak lain juga harus menghilangkan hambatan untuk implementasi semua bagian perjanjian. Ini untuk membuka jalan bagi perdamaian di seluruh negara dan agar rakyat Afghanistan bisa menikmati hak-hak fundamental mereka," kata Shaheen melalui Twitter.
Kesepakatan penting antara AS dan Taliban, yang ditandatangani pada 29 Februari di Doha, Qatar, menjabarkan jadwal penarikan pasukan penuh dari Afghanistan dalam 14 bulan.
Perjanjian itu diharapkan bisa mengarah pada dialog antara Taliban dan pemerintah Kabul dalam upaya mengakhiri konflik bersenjata yang dimulai pada 2001.