Michael Gabriel Hernandez
26 Agustus 2021•Update: 26 Agustus 2021
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan pada Rabu bahwa Taliban telah berkomitmen untuk mengizinkan warga Amerika dan Afghanistan yang berisiko meninggalkan negara yang dilanda perang itu setelah batas waktu penarikan pasukan 31 Agustus.
"Terutama karena upaya membawa keluar dari Afghanistan tidak berakhir dengan rencana evakuasi militer pada tanggal 31, kami sangat fokus pada apa yang perlu kami lakukan untuk memfasilitasi keberangkatan lebih lanjut orang-orang yang ingin meninggalkan Afghanistan," kata Blinken kepada wartawan di Departemen Luar Negeri.
“Mereka tidak akan dilupakan, dan seperti yang saya katakan, kami akan menggunakan setiap alat bantuan diplomatik dan ekonomi yang kami miliki, bekerja bahu-membahu dengan masyarakat internasional terlebih dahulu dan terutama untuk memastikan bahwa mereka yang ingin meninggalkan Afghanistan setelah tanggal 31 mampu melakukannya," tambah dia.
Blinken mengatakan Washington memegang poin insentif, dan poin leverage dengan pemerintah Afghanistan di masa depan mengenai ekstraksi warga Afghanistan dan Amerika yang ingin pergi.
Presiden AS Joe Biden mengatakan Selasa bahwa pemerintahannya tetap di jalur untuk memenuhi tenggat waktu Agustus dan menyatakan keinginan untuk menyelesaikan proses sesegera mungkin.
Namun, dia menyatakan bahwa menyelesaikan proses dengan garis waktu yang ditentukan sendiri tergantung pada Taliban yang terus bekerja sama dan mengizinkan akses ke bandara bagi mereka yang kami angkut dan tidak ada gangguan pada operasi kami.
AS telah mengevakuasi lebih dari 82.000 orang dari Afghanistan sejak menguasai Bandara Internasional Hamid Karzai pada 14 Agustus.
Blinken mengatakan jumlah itu termasuk 4.500, dan kemungkinan lebih, warga Amerika yang telah diekstraksi, dengan Departemen Luar Negeri mencatat sekitar 6.000 yang menyatakan keinginan untuk pergi.
Menurut sang menteri, AS telah melakukan kontak dengan sekitar 500 orang dalam 24 jam terakhir dan telah memberi mereka instruksi tentang cara menuju ke bandara.
"Untuk sisa sekitar 1.000 kontak yang kami miliki yang mungkin adalah warga Amerika yang ingin meninggalkan Afghanistan, kami secara agresif menjangkau mereka beberapa kali per hari untuk menentukan apakah mereka masih ingin pergi, dan untuk mendapatkan informasi dan instruksi terkini bagi mereka tentang cara melakukannya," ungkap dia,
Blinken mengatakan beberapa dari 1.000 orang tambahan mungkin telah melarikan diri dari Afghanistan, sementara yang lain mungkin salah mengklaim sebagai warga Amerika atau telah memilih untuk tinggal.
"Kami percaya jumlah warga Amerika yang secara aktif berusaha meninggalkan Afghanistan lebih rendah, kemungkinan jauh lebih rendah," imbuh dia, mencatat bahwa banyak dari mereka adalah warga negara ganda atau masih mengevaluasi apakah mereka ingin pergi.
Angka-angka tersebut hanya mencakup pemegang paspor Amerika, bukan penerima kartu hijau, atau penduduk tetap yang sah.