Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Maret 2020•Update: 13 Maret 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Pentagon mengumumkan bahwa Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas milisi pro-Iran Kata'ib Hizbullah di Irak, Kamis.
"Serangan ini menargetkan lima fasilitas penyimpanan senjata untuk secara signifikan menurunkan kemampuan mereka untuk melakukan serangan di masa depan terhadap pasukan koalisi Operation Inherent Resolve (OIR)," kata Departemen Pertahanan dalam sebuah pernyataan.
Pentagon mengatakan target serangan mencakup fasilitas yang menampung senjata, yang digunakan untuk menargetkan AS dan pasukan koalisi pada Rabu dan menewaskan dua tentara Amerika dan satu prajurit Inggris.
Setidaknya 14 orang lainnya cedera setelah sekitar 30 roket ditembakkan di Camp Taji, sebuah pangkalan Irak di utara Baghdad.
"Amerika Serikat tidak akan mentolerir serangan terhadap rakyat kami, kepentingan kami, atau sekutu kami. Seperti yang telah kami tunjukkan dalam beberapa bulan terakhir, kami akan mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi pasukan kami di Irak dan kawasan," kata Menteri Pertahanan Mark Esper dalam sebuah pernyataan.
Beberapa media lokal Irak melaporkan bahwa AS menargetkan pasukan Hashd al-Shaabi (Mobilisasi Populer) Irak dan kelompok Hizbullah di Babil, Karbala, Saladin, Anbar dan provinsi lainnya.
Pihak berwenang Irak belum mengeluarkan pernyataan tentang serangan itu.
Hashd al-Shaabi adalah kelompok payung faksi Syiah bersenjata.
Pemimpin kelompok-kelompok ini berafiliasi erat dengan Iran dan secara resmi berada di bawah militer Irak.
*Gozde Bayar berkontribusi pada berita ini dari Ankara