Safvan Allahverdi
23 Februari 2018•Update: 24 Februari 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS)Heather Nauert pada Kamis mengatakan, "kami melihat beberapa pasukan [YPG / PKK] yang bekerja dengan kami di timur mulai menuju ke arah Afrin".
Nauert dalam sebuah konferensi pers mengatakan bahwa pasukan-pasukan yang bekerja dengan AS tersebut "memiliki hubungan keluarga, ikatan keluarga di sana, mungkin itulah sebagian alasannya."
Mengulangi pernyataan sebelumnya, Nauert mengatakan, "Apa yang sedang terjadi di Afrin menarik fokus perjuangan melawan ISIS [Daesh],” kata dia menambahkan bahwa AS berada di Suriah "untuk melawan ISIS".
AS menyebut PYD/PKK sebagai “sekutu yang andal” dalam perang melawan Daesh, meski mendapat tentangan keras dari Turki, yang telah menyoroti ancaman teroris PYD/PKK terhadap terhadap wilayah perbatasan Suriah dan Turki yang masih terus berlanjut.
Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.