Muhammad Abdullah Azzam
04 Februari 2021•Update: 04 Februari 2021
Sarp Ozer
BUDAPEST
Turki dan Jerman akan mengambil langkah konkret di bidang pertahanan dan keamanan dalam beberapa hari mendatang, ungkap Menteri Pertahanan Nasional Turki Hulusi Akar pada Rabu.
Pernyataan dari Menhan Turki itu datang sehari setelah dia bertemu dengan Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer di Berlin.
Menekankan pertemuan dengan Kramp-Karrenbauer “sangat konstruktif”, Akar menyambut dengan senang hati bahwa kedua pihak memiliki pendapat yang sama tentang banyak masalah.
“Saya menilai beberapa langkah konkret akan diambil terutama di bidang pertahanan dan keamanan dalam beberapa hari mendatang sebagai hasil dari pertemuan ini,” kata dia.
Dia menambahkan bahwa Jerman adalah salah satu sekutu dan mitra paling penting Turki dalam keamanan dan politik di Eropa, NATO, Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), Dewan Eropa, dan lembaga ekonomi lainnya.
“Kami berharap pekerjaan kami segera membuahkan hasil yang positif. Mempertimbangkan pertemuan antara Presiden kami dan Kanselir [Angela] Merkel, saya berasumsi bahwa dapat dilakukannya pekerjaan yang lebih konstruktif, positif dan produktif,” imbuh dia.
Akar melanjutkan dengan mengatakan bahwa Turki telah memenuhi semua tanggung jawabnya hingga saat ini dan akan terus melakukannya.
“Seperti yang diketahui bahwa Turki adalah salah satu anggota NATO yang luar biasa dalam hal persatuan, operasi, latihan, dan dukungan keuangan. Karenanya, hubungan kami dengan NATO sangat konstruktif dan terealisasi dengan baik,” ujar dia.
Akar juga menyatakan bahwa negosiasi dengan Yunani di Mediterania Timur dan Laut Aegea diharapkan akan lebih produktif dalam beberapa hari mendatang.
Dia mengatakan bahwa total delapan pertemuan telah diadakan dengan Yunani hingga saat ini dan Turki mengharapkan Yunani untuk lebih "terlibat" dalam pertemuan mendatang.
“Kami berharap dapat menemukan solusi damai untuk masalah antara Yunani dan Turki melalui negosiasi ini. Kami ingin semua orang tahu bahwa kami siap memberikan kontribusi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah,” kata Akar.
Menyoroti kapal penelitian seismik Turki sejauh ini tidak melakukan apa pun kecuali penelitian teknis dan ilmiah, Akar mengatakan, “Kami menghindari sikap dan tindakan apa pun yang dapat berdampak negatif terhadap hubungan kedua negara. Di sisi lain, kami memiliki hak tertentu."
Sambil mengingatkan semua pihak ketiga untuk melihat masalah ini secara objektif, Menhan Turki mengatakan pihaknya melihat bahwa Jerman telah konsisten dan berprinsip.
“Kami berharap pendekatan ini akan menjadi contoh bagi negara UE dan NATO lainnya," tukas dia.