Turki, Dunia

AS prihatin dengan eskalasi konflik di Mediterana Timur

Jubir Pentagon mengatakan Paris dan Ankara adalah sekutu penting di NATO, sehingga dia berharap kedua negara dapat menemukan solusi untuk de-eskalasi konflik

Maria Elisa Hospita   | 14.08.2020
AS prihatin dengan eskalasi konflik di Mediterana Timur MEDITERANIA TIMUR - 10 AGUSTUS: Kapal seismik MTA Oruc Reis Turki, yang dikawal oleh angkatan laut Turki, terlihat di lepas pantai Mediterania Timur pada 10 Agustus 2020. ( Menteri Pertahanan Turki - Anadolu Agency )

Washington DC

Michael Hernandez

WASHINGTON 

Pentagon menyatakan prihatin dengan insiden di Mediterania Timur di tengah ketegangan antara Prancis dan Turki.

Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan bahwa Paris dan Ankara adalah sekutu penting di NATO, sehingga dia berharap kedua negara dapat menemukan solusi untuk de-eskalasi konflik.

"Kami ingin melihat mereka terus bekerja sama dan menemukan solusi yang tidak melibatkan kapal perang atau pesawat tempur," ujar Hoffman.

Ketegangan meningkat di wilayah tersebut setelah disepakatinya pakta maritim baru antara Yunani dan Mesir.

Pada Kamis, Yunani mengumumkan latihan militer gabungan dengan Prancis di Mediterania Timur.

Latihan tersebut, yang melibatkan dua jet tempur Rafale Prancis, dilakukan di lepas pantai Pulau Kreta, setelah Prancis mengumumkan akan meningkatkan kehadiran militer di wilayah tersebut.

Langkah itu diambil setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis berdiskusi via telepon untuk membahas situasi terkini di wilayah itu.

Latihan tersebut digelar setelah Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur pada Senin, tepat setelah penandatanganan pakta maritim Yunani-Mesir, yang dianggap ilegal oleh Turki.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın