Maria Elisa Hospita
07 Mei 2019•Update: 07 Mei 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Patrick Shanahan memperingatkan Iran atas provokasi atau ancaman terhadap pasukan Amerika pada Senin setelah Washington mengerahkan pasukan angkatan laut ke wilayah tersebut.
Sebelumnya, pada Minggu, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton mengumumkan bahwa Grup USS Abraham Lincoln Carrier Strike, bersama dengan satuan tugas pengebom, sedang dikerahkan ke wilayah Komando Pusat untuk mengirim "pesan" ke Teheran.
Langkah itu adalah upaya terbaru Washington untuk menekan Iran.
Pemerintahan Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran sejak November, setelah Presiden Donald Trump menarik partisipasi AS dari perjanjian nuklir Iran 2015 antara Teheran, Washington, dan lima negara lainnya.
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memberikan pernyataan serupa pada Senin, mengatakan bahwa penempatan itu adalah "sesuatu yang telah kami kerjakan untuk sementara waktu" karena tindakan eskalasi yang dilakukan oleh Iran.
"Kami mendesak rezim Iran untuk menghentikan semua provokasi. Kami akan meminta rezim Iran bertanggung jawab atas segala serangan terhadap pasukan AS," cuit Shanahan.
Meskipun para pejabat AS tak mengungkapkan apa ancaman Iran yang menyebabkan pengerahan kelompok angkatan laut, seorang pejabat Israel memberi tahu situs berita Axios bahwa intelijen Israel mengetahui rencana Iran untuk menyerang kepentingan Amerika atau sekutu AS - seperti Arab Saudi atau Uni Emirat Arab - di wilayah Teluk.