Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Mei 2020•Update: 13 Mei 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk keras serangan teror ganda yang menewaskan 38 orang dan melukai lebih dari 75.
Mike Pompeo mengatakan bahwa di tengah bulan suci Ramadan dan ancaman Covid-19, serangan ganda itu sangat mengerikan.
"Selama tidak ada pengurangan berkelanjutan dalam kekerasan dan kemajuan menuju penyelesaian politik yang dinegosiasikan, Afghanistan akan tetap rentan terhadap terorisme," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.
"Rakyat Afghanistan berhak mendapatkan masa depan yang bebas dari teror, dan proses perdamaian yang sedang berlangsung terus menghadirkan peluang penting bagi rakyat Afghanistan untuk bersama-sama membangun sebuah garda persatuan melawan ancaman terorisme," lanjut dia.
Ledakan bunuh diri selama prosesi pemakaman di Provinsi Nangarhar timur menewaskan sedikitnya 24 orang, dengan lebih dari 60 terluka.
Serangan lainnya menghantam sebuah rumah sakit bersalin di Ibu Kota Kabul dan menewaskan 14 sipil, termasuk dua bayi.
Lima belas warga lainnya terluka dalam serangan itu.
Taliban telah menyangkal keterlibatan dalam kedua serangan itu, yang muncul di tengah upaya untuk memajukan proses perdamaian Afghanistan.
Pompeo mengaitkan bantahan Taliban itu dengan tanggung jawab, dengan mengatakan kelompok itu dan pemerintah Afghanistan harus bekerja sama untuk menyeret para pelaku ke pengadilan.