Maria Elisa Hospita
02 Juli 2019•Update: 02 Juli 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Amerika Serikat mengutuk serangan bom di ibu kota Afghanistan pada Senin.
Setidaknya 10 orang tewas dan 65 luka-luka dalam insiden itu.
Pasca ledakan, baku tembak pun meletus di gedung Kementerian Pertahanan Afghanistan di Kabul.
"AS mengutuk serangan teroris keji oleh Taliban, yang menyebabkan warga sipil dan personel keamanan Afghanistan tewas dan terluka parah," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Menurut Pusat Informasi Media Pemerintah yang berbasis di Kabul, serangan itu terjadi di sekitar area Pul-e-Mehmood Khan.
"Serangan ini menunjukkan ketidakpedulian Taliban terhadap rekan-rekan mereka di Afghanistan, yang telah berulang kali menyuarakan desakan untuk menemukan resolusi damai bagi konflik," tambah Gedung Putih.
Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Presiden Mohammad Ashraf Ghani mengecam serangan itu dan menyebutnya kejahatan terhadap kemanusiaan.
Serangan teror itu terjadi bersamaan dengan negosiasi antara AS dan Taliban putaran ketujuh di Doha.