Maria Elisa Hospita
15 Maret 2019•Update: 18 Maret 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat menyuarakan keprihatinan serius atas serangkaian serangan di Provinsi Idlib, Suriah Utara, yang diduga dilakukan oleh rezim Bashar al-Assad dan Rusia.
"Terlepas dari Rusia yang mengklaim serangannya untuk menargetkan teroris, operasi ini telah menewaskan belasan korban sipil," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Robert Palladino dalam sebuah pernyataan.
"Serangan-serangan keji ke infrastruktur sipil dan permukiman bagi pengungsi internal harus diakhiri sekarang juga," tambah dia.
Menurut badan pertahanan sipil Helm Putih, bersamaan dengan serangan artileri rezim, pesawat-pesawat tempur SU-34 Rusia menghantam pusat Idlib, menewaskan 15 orang, termasuk delapan anak-anak.
Serangan rezim di zona eskalasi Idlib, di mana tindakan agresi dilarang keras, telah menewaskan sedikitnya 138 warga sipil sejak awal tahun.
September lalu, Ankara dan Moskow sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona demiliterisasi setelah pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kota Sochi, Rusia.
AS memperingatkan bahwa serentetan serangan baru-baru ini berisiko mengganggu kestabilan wilayah sekitar dan memicu bencana kemanusiaan Suriah.
"Kami meminta semua pihak - termasuk Rusia dan rezim Suriah - untuk mematuhi komitmen mereka dan mengurangi kekerasan di daerah itu, melindungi semua warga sipil, dan memungkinkan akses kemanusiaan bebas hambatan untuk mengatasi bencana kemanusiaan," kata Palladino.