Maria Elisa Hospita
24 April 2019•Update: 25 April 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
Pemerintah Amerika Serikat telah menjangkau sedikitnya 21 sekutunya untuk dukungan pasukan dan logistik untuk mencegah kebangkitan Daesh di Suriah, tetapi sejauh ini, hampir setengahnya menolaknya.
Menurut Wall Street Journal (WSJ), pemerintahan Donald Trump mengadakan dua putaran pertemuan untuk mempresentasikan rencana mereka soal Suriah dengan harapan bahwa sekutu akan berkontribusi.
Putaran pertama diadakan pada Januari, sementara putaran kedua berlangsung di musim semi.
Sebelum kedua pertemuan itu, pada Desember, Trump mendadak menarik pasukan Amerika dari Suriah, yang ditentang oleh sekutu dekat AS di Eropa dan di antara beberapa pendukung legislatif terdekat Trump di Capitol Hill.
"AS meminta dukungan dari sekutu-sekutunya, termasuk logistik udara, pelatihan, dan bantuan keuangan untuk upaya stabilisasi," papar WSJ.
"Beberapa negara menolak untuk berpartisipasi dalam kampanye militer, tetapi bersedia memberikan bantuan kemanusiaan dan bantuan stabilisasi," surat kabar itu menambahkan.
Wakil Menteri Pertahanan Patrick Shanahan dan Jenderal Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan, terlibat dalam upaya penjangkauan sekutu AS.
Meskipun antusiasmenya kurang, keduanya optimistis bahwa cukup banyak sekutu yang akan datang untuk mendukung AS.
Militer AS mengumumkan kekalahan Daesh bulan lalu. Namun, para pejabat meyakini bahwa kelompok teroris itu masih memiliki sel-sel teroris dan cadangan dana puluhan juta dolar.