Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Agustus 2020•Update: 18 Agustus 2020
Syed Zafar Mehdi
TEHERAN
Militer Amerika Serikat mengatakan pasukan angkatan laut Iran menahan dan menaiki kapal tanker minyak berbendera Liberia di dekat Selat Hormuz di Teluk Persia pada Rabu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis video hitam-putih pada Kamis, yang menunjukkan pasukan khusus turun dari helikopter dan naik ke kapal bernama MV Wila.
"Hari ini di perairan internasional, pasukan Iran, termasuk dua kapal dan helikopter Sea King milik Iran, menyusul dan menaiki kapal yang bernama 'Wila'," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Menurut jurnalis militer Amerika Howard Altman, video tersebut diambil dari sebuah kapal perang AS dari jarak sekitar lima kilometer.
Dalam serangkaian cuitan di Twitter, dia mengutip sumber Departemen Pertahanan yang mengatakan bahwa pasukan Iran naik ke Wila selama beberapa jam sebelum mengizinkannya untuk melanjutkan pelayaran.
Personel militer mengatakan tidak ada sinyal marabahaya dari kapal dan AS tidak mengambil tindakan apa pun.
Posisi terakhir kapal, menurut situs pelacakan Refinitiv, tampak berada di lepas pantai timur Uni Emirat Arab, dekat Kota Khor Fakkan.
Meskipun tidak ada reaksi langsung dari otoritas Iran, saluran Telegram yang diyakini berafiliasi dengan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan pasukan angkatan lautnya telah menangkap kapal mata-mata di Selat Hormuz yang strategis.
Insiden itu terjadi kurang dari seminggu setelah sebuah kapal tanker minyak Iran ditangkap oleh otoritas Pakistan di pelabuhan Karachi atas permintaan AS, lansir kantor berita semi-resmi Fars.
"Kapal tanker minyak Iran diawasi oleh sebuah organisasi Amerika dan mereka telah meminta pihak berwenang Pakistan untuk menahannya," kata senator Pakistan, Rehman Malik, seperti dikutip Fars.
Sementara itu, otoritas Iran mengatakan mereka belum menerima pemberitahuan tentang masalah tersebut dari Pakistan.
Ketegangan antara Iran dan AS meningkat karena serangkaian insiden di kawasan Teluk Persia dan menempatkan kedua belah pihak pada jalur yang berlawanan.
Kapal milik kedua negara juga berada di ambang konfrontasi dalam beberapa kesempatan belakangan ini.