Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Juli 2020•Update: 01 Juli 2020
Beyza Binnur Donmez
ANKARA
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mendesak Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran dan memperingatkan bahwa mengakhirinya akan membahayakan stabilitas di Timur Tengah.
"Iran akan memegang pedang Damocles atas stabilitas ekonomi Timur Tengah, yang membahayakan negara-negara seperti Rusia dan China yang bergantung pada harga energi yang stabil," kata Pompeo dalam sesi virtual DK PBB, Selasa.
Larangan transaksi senjata dengan Iran akan berakhir pada 18 Oktober, berdasarkan ketentuan kesepakatan nuklir 2015.
Pompeo mengatakan Iran bisa secara langsung bergerak untuk membeli jet tempur Rusia dan meningkatkan armada kapal selamnya jika embargo berakhir dan Teheran akan bebas menjadi pedagang senjata nakal, memasok senjata untuk memicu konflik dari Venezuela, ke Suriah, hingga jauh ke Afghanistan.
Dia mengatakan bahwa AS memberlakukan pembatasan senjata terhadap Iran dalam berbagai bentuk selama 13 tahun dengan alasan yang bagus.
"Iran telah melanggar embargo senjata, bahkan sebelum tanggal kedaluwarsanya. Bayangkan jika aktivitas Iran mendapat sanksi, disahkan oleh kelompok ini, jika batasannya dicabut," ujar Pompeo.
"Preferensi luar biasa Amerika Serikat adalah bekerja dengan dewan untuk memperpanjang embargo senjata, untuk melindungi kehidupan manusia, untuk melindungi keamanan nasional kita, dan untuk melindungi Anda," tambah dia.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump berusaha membujuk anggota DK PBB lainnya untuk menyetujui embargo senjata baru dengan menerapkan ketentuan "snapback" yang akan memberlakukan kembali semua sanksi PBB terhadap Teheran jika Dewan Keamanan tidak memperpanjang embargo.
Hubungan antara AS dan Iran berada di ujung tanduk sejak 2018, ketika Washington secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Teheran, meskipun ada tentangan internasional.