Dunia

AS desak Kairo bebaskan staf Anadolu Agency yang ditahan

Mesir didesak 'memperbolehkan pers yang bebas dan terbuka di Mesir' setelah polisi menggerebek kantor berita Turki Anadolu Agency

Nanı Afrıda   | 16.01.2020
AS desak Kairo bebaskan staf Anadolu Agency yang ditahan Ilustrasi: Wartawan. (Foto file - Anadolu Agency)

Washington DC

Servet Gunerigok

WASHINGTON

Amerika Serikat (AS) meminta otoritas Mesir pada Rabu untuk membebaskan empat karyawan Anadolu Agency yang ditahan dalam penggerebekan kantor mereka di Kairo.

"Kami sudah mendapat informasi soal ini. Jika benar, kami menyerukan kepada Pemerintah Mesir untuk membebaskan para jurnalis yang ditahan dan memungkinkan pers yang bebas dan terbuka di Mesir," kata juru bicara Departemen Luar Negeri kepada Anadolu Agency.

Polisi Mesir menggerebek kantor Kairo dari Anadolu Agency pada hari Selasa dan keberadaan para tahanan, termasuk satu warga negara Turki, tetap tidak diketahui.

Turki mengutuk serangan itu dan menyerukan pembebasan segera empat karyawan tersebut.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric pada hari Rabu mengatakan pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut dan menegaskan kembali kekhawatirannya tentang perlindungan jurnalis di seluruh penjuru dunia.

Dalam sebuah pernyataan, Komite untuk Melindungi Jurnalis (CPJ) mengatakan telah menghubungi Kantor Jaksa Agung Mesir dan Layanan Informasi Negara untuk informasi lebih lanjut tentang operasi polisi dan sedang menunggu tanggapan.

"Wartawan yang bertugas di Mesir seharusnya tidak perlu bekerja dalam ketakutan bahwa mereka akan digunakan untuk menyelesaikan skor politik antar negara," kata Sherif Mansour, koordinator kelompok untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

"Pihak berwenang harus segera membebaskan staf Kantor Berita Anadolu Agency yang ditangkap kemarin, dan berhenti menggunakan tuduhan berita palsu untuk melecehkan dan membungkam media," tambahnya.

Hubungan politik Turki dengan Mesir tetap terjalin sejak 2013, ketika Mohamed Morsi - presiden Mesir pertama yang dipilih secara bebas dan seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin - digulingkan dalam kudeta militer berdarah.

Kesepakatan maritim Ankara dengan pemerintah Kesepakatan Nasional Libya yang diakui PBB pada November lalu memicu ketegangan lebih lanjut dengan pemerintah Kairo.

* Safvan Allahverdi ikut berkontribusi dalam berita ini

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın