Servet Günerigök
27 Oktober 2021•Update: 28 Oktober 2021
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Selasa mendesak pemberian dukungan untuk partisipasi Taiwan dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memuji Taiwan karena menjadi "kisah sukses yang demokratis" dan mengatakan "modelnya mendukung transparansi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan supremasi hukum-nilai-nilai yang selaras dengan nilai-nilai PBB.”
"Taiwan sangat penting bagi ekonomi teknologi tinggi global dan pusat perjalanan, budaya, dan pendidikan. Kami termasuk di antara banyak negara anggota PBB yang memandang Taiwan sebagai mitra yang berharga dan teman tepercaya," kata Blinken.
Menlu AS mengatakan partisipasi Taiwan dalam sistem PBB bukanlah masalah politik tetapi masalah pragmatis.
Pada 25 Oktober 1971, Majelis Umum PBB memilih untuk mengusir Taiwan – yang saat itu dikenal sebagai Republik China – dan mengakui Republik Rakyat China, China daratan.
China menganggap Taiwan sebagai “provinsi yang memisahkan diri,” tetapi Taipei telah bersikeras untuk merdeka sejak 1949 dan memiliki hubungan diplomatik dengan setidaknya 16 negara dan wilayah.
Blinken mengatakan pengecualian Taiwan merusak pekerjaan penting PBB dan badan-badan terkait.
"Kita perlu memanfaatkan kontribusi semua pemangku kepentingan untuk memecahkan tantangan kita bersama," ujar Blinken.