Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Oktober 2019•Update: 03 Oktober 2019
Magdalene Mukami, Mohammed Dhaysane
MOGADISHU, Somalia
Setelah 28 tahun ditutup, Amerika Serikat membuka kembali kedutaan besarnya di Somalia pada Rabu.
"Amerika Serikat dengan bangga mengumumkan pembangunan kembali Kedutaan Besar Amerika Serikat di Mogadishu," kata Misi Amerika Serikat ke Somalia dalam sebuah pernyataan di situs webnya.
Misi itu mengatakan bahwa meskipun kedutaan ditutup, AS tidak pernah mengabaikan Somalia atau berhenti berurusan dengan negara itu.
"Sejak penutupan pada 5 Januari 1991, Amerika Serikat telah mempertahankan kemitraannya dengan warga Somalia, termasuk pembentukan kembali kehadiran diplomatik permanen di Mogadishu pada Desember 2018 dengan Misi AS ke Somalia," ungkap pernyataan itu
Misi diplomatik menuturkan bahwa pembangunan kembali kedutaan di Mogadishu adalah langkah maju dalam dimulainya kembali hubungan AS-Somalia secara reguler.
"Ini melambangkan penguatan hubungan AS-Somalia dan peningkatan stabilitas, pembangunan dan perdamaian untuk Somalia dan kawasan."
Duta Besar Donald Yamamoto, yang meresmikan acara tersebut, mengatakan bahwa hari ini AS menegaskan kembali hubungan antara warga Amerika dengan rakyat Somalia dan kedua bangsa.
"Ini adalah hari yang signifikan dan bersejarah yang mencerminkan kemajuan Somalia dalam beberapa tahun terakhir dan satu langkah maju dalam mengatur keterlibatan diplomatik AS di Mogadishu sejak mengakui pemerintah federal Somalia pada 2013," ujar Yamamoto.
Qatar menegaskan hubungan dengan Somalia
Sementara itu, Qatar juga berjanji akan melanjutkan dukungan dan bantuan pembangunan ke Somalia.
Pengumuman itu disampaikan oleh Saif bin Muqaddam Al Buainain, penasihat Menteri Luar Negeri untuk Urusan Politik, dalam pertemuan Forum Kemitraan Somalia di Mogadishu, Rabu.
“Buainain menggarisbawahi bahwa Negara Qatar akan terus melaksanakan hibah USD200 juta untuk mendukung infrastruktur vital Somalia dan untuk membangun dukungan yang telah melampaui USD220 juta sejak 2010 di bidang pengembangan, amal dan kemanusiaan dalam koordinasi dengan mitra internasional dan spesialis Badan-badan PBB,” kata Qatar dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu.
Dia mencatat bahwa Qatar akan membantu Somalia dalam memodernisasi militernya dengan melibatkan 68 kendaraan militer modern yang diberikan dalam bentuk hibah ke Somalia.