Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Oktober 2019•Update: 03 Oktober 2019
Dmitri Chirciu, Ali Cura
MOSKOW/SOCHI, Rusia
Juru bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan Turki memiliki hak hukum untuk melindungi wilayahnya dari terorisme.
Peskov berbicara kepada wartawan di Moskow pada Rabu tentang situasi di sebelah timur Sungai Efrat di Suriah utara dan kemungkinan operasi militer Turki di wilayah itu.
Dia mengatakan bahwa Rusia sedang memantau situasi itu dengan cermat.
"Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengatakan berkali-kali bahwa Turki memiliki hak hukum untuk melindungi wilayahnya dari unsur-unsur teroris," kata Peskov.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan Amerika Serikat menggunakan warga Kurdi di sebelah timur Eufrat di Suriah untuk mendirikan sebuah semi-negara.
"AS sedang berusaha memindahkan warga Kurdi ke wilayah-wilayah milik orang Arab, untuk memperkuat posisi mereka di kawasan itu," ujar Lavrov kepada wartawan di Kota Sochi, Rabu.
Dia menyebut tindakan tersebut sebagai sebuah "permainan yang sangat berbahaya" dengan potensi untuk lebih mengguncang kawasan itu.
Mengenai kemungkinan operasi Turki, Lavrov mengatakan bahwa Rusia berharap kesepakatan bisa dicapai selama interaksi antara Turki dan rezim Suriah.
"Kami berharap kedua belah pihak setuju. Kami akan membantu mereka dalam topik ini," tutur dia.
Lavrov menambahkan bahwa AS tidak menghormati integritas teritorial Suriah dan tidak mempertimbangkan kekhawatiran Turki tentang keamanan perbatasan.
Turki telah lama mengeluhkan ancaman teroris yang datang dari timur Eufrat di Suriah utara dan berjanji untuk mengambil tindakan militer guna mencegah pembentukan "koridor teroris" di sana.