Chandni
13 Maret 2018•Update: 14 Maret 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON, Amerika Serikat
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson pada Senin mengatakan AS "belum menerima kabar langsung dari Korea Utara" sejak Presiden Donald Trump menerima undangan perundingan dari Kim Jong-un.
Dalam sebuah konferensi pers di tengah kunjungannya ke Nigeria, Tillerson mengatakan AS masih menunggu kabar dari Pyongyang.
Dia mengatakan rencana pertemuan itu "masih dalam tahapan awal" dan masih banyak yang harus dilakukan sebelum pertemuan itu dilangsungkan, namun tidak menjelaskan apa saja.
Penasihat keamanan nasional Korea Selatan Chung Eui-Yong pekan lalu mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa Trump setuju bertemu Kim sebelum bulan Mei setelah Kim "menunjukkan ketertarikan bertemu Presiden Trump secepatnya".
Tillerson mengatakan lokasi untuk pertemuan itu juga belum ditetapkan, namun menggaris bawahi bahwa "perbincangan itu harus dilakukan secara rahasia".
Hubungan antara Trump dan Kim memburuk selama satu tahun belakangan, khususnya setelah Trump mengancam pemimpin Korea Utara itu dengan kata-kata "bocah roket". Kim juga memanggil Trump dengan sebutan "anjing menggonggong" setelah Presiden AS itu berpidato di hadapan PBB.
AS sangat berharap pertemuan itu berlangsung, kata Gedung Putih.
"Tawaran itu sudah diulurkan dan kami menerimanya. Korea Utara mengutarakan sejumlah janji-janji dan kami harap mereka menepatinya. Bila iya, pertemuan itu akan berlangsung sesuai rencana," kata juru bicara Sarah Huckabee Sanders.
Korea Utara dan AS tidak memiliki hubungan diplomatik yang resmi dan beradu pendapat selama hampir 30 tahun belakangan mengenai denuklirisasi Korea Utara.
Pertemuan ini akan menjadi yang pertama antara seorang presiden AS dan pemimpin Korea Utara.