Muhammad Nazarudin Latief
21 Oktober 2018•Update: 22 Oktober 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pada Sabtu bahwa dia akan menarik negaranya keluar dari perjanjian pembatasan senjata nuklir dengan Rusia.
Kesepakatan yang dimaksud adalah Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), diratifikasi pada 1987 oleh kedua negara. Perjanjian ini melenyapkan semua rudal nuklir dan peluncur dengan kisaran 310 - 3.420 mil atau 500-5.500 kilometer.
Trump berbicara kepada wartawan setelah kampanye di Nevada, dan mengatakan bahwa "Rusia telah melanggar perjanjian."
"Kami akan mengakhiri perjanjian dan kami akan menariknya," tambah Trump.
Trump mengungkapkan pernyataan ini persis ketika Penasihat Keamanan Nasional John Bolton bersiap melakukan perjalanan ke Moskow awal pekan depan untuk bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Perjanjian tersebut menyulitkan AS mengembangkan senjata baru untuk memerangi upaya China yang berupaya mendominasi penguasaan senjata nuklir di Pasifik Barat.
China bukan bagian dari perjanjian tersebut dan tidak terbatas dalam pengembangan rudal nuklir.
Trump mengkritik mantan Presiden Barack Obama karena tetap dalam perjanjian. Dia juga mencatat bahwa Rusia telah mengembangkan senjata yang telah dilarang sebagai bagian dari kesepakatan.
Trump tidak memberikan garis waktu kapan AS akan secara resmi menghapus diri dari INF.