Astudestra Ajengrastrı
31 Juli 2018•Update: 31 Juli 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump pada Senin berkata bersedia bertemu dengan para pemimpin Iran tanpa prasyarat, saat Iran menghadapi konsekuensi dari keputusannya menarik AS dari persetujuan nuklir.
"Saya pasti mau bertemu dengan Iran jika mereka mau," kata Trump kepada reporter saat melakukan konferensi pers bersama Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte di Gedung Putih, menekankan bahwa dia tak yakin Iran siap berbincang namun bersikeras dialog ini akan menguntungkan.
"Berbicara dengan orang lain, terutama ketika Anda menghadapi potensi perang dan kematian dan kelaparan dan banyak hal lain, Anda bertemu [dengan orang lain]. Tidak ada yang salah dengan pertemuan seperti itu," tambah Trump.
Sebelumnya pada Senin, kementerian luar negeri Iran menghapus kemungkinan pertemuan dengan Washington, berkata bahwa "tidak mungkin kami melakukan dialog dengan pemerintahan AS yang menetapkan kebijakan bermusuhan terhadap Iran".
Trump memicu kemarahan Iran pada Mei ketika secara sepihak menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 yang ditandatangani oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman bersama Iran. Perjanjian ini menandai Iran setuju pembatasan dan penyelidikan program nuklir mereka dengan imbalan pengangkatan sanksi miliaran dolar.
Partner-partner negosiasi AS telah mencari cara untuk tetap menjalankan perjanjian dan pembatasan mereka terhadap program nuklir Iran. Namun bersama dengan pengumuman penarikan diri AS, Trump dan pemerintahannya meminta negara-negara lain untuk mengikuti aksi AS dan mengancam Iran dengan sanksi-sanksi lain yang akan berlaku pekan depan.
Putaran pertama sanksi ini, yang akan menargetkan sektor perbankan Iran, akan mulai berlaku pada 6 Agustus. Putaran kedua, sanksi lebih keras terkait perdagangan minyak, akan berlaku pada 4 November.
Dengan "Kebijakan Washington yang bermusuhan dengan Teheran dan usaha mereka memberlakukan tekanan ekonomi dan sanksi-sanksi kepada Iran, tidak akan ada kemungkinan dialog," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi kepada media.
Meski begitu, Trump berkeras bahwa dialog akan "bagus bagi negara itu. Bagus bagi mereka, bagus bagi kami. Dan bagus bagi dunia", dan berkata dia yakin bahwa pada akhirnya Iran akan bersedia melakukan dialog.
"Saya yakin mereka pada akhirnya mau bertemu, dan saya siap bertemu kapanpun mereka mau," kata dia.
- Penutupan pemerintahan
Di sisi lain, Trump terus mengancam akan menutup pemerintahan AS bila Kongres tak menandatangani usulan pengamanan perbatasannya, menekankan bahwa dalam daftar panjang kebijakannya, "keamanan perbatasan termasuk dinding" telah dijanjikannya untuk dibangun di perbatasan selatan AS.
"Kalau kita tidak mendapatkan pengamanan perbatasan itu setelah bertahun-tahun dialog di Amerika Serikat, saya tak keberatan menutup pemerintahan," ujar dia. "Saya mempertimbangkan penutupan bila kita tidak membuat pengamanan perbatasan yang layak."
Penutupan pemerintahan terakhir yang berpengaruh pada sejumlah badan pemerintahan terjadi pada Januari selama tiga hari. Penutupan singkat lain terjadi pada Februari selama setengah hari.
Anggaran pemerintah akan habis masa berlakunya pada akhir tahun fiskal ini, tepatnya pada akhir September.
Kemungkinan penutupan sebelum pemilihan tengah masa jabatan ini membuat Partai Republik waswas, di saat mereka berupaya mempertahankan suara di Senat dan menjaga suara mayoritas di Parlemen.
Pemimpin Senat dari Partai Mayoritas Mitch McConnell berkata pada Jumat bahwa pendanaan untuk dinding Trump "mungkin" harus menunggu sampai setelah pemilu tengah masa jabatan.